Bismillah
Karamah itu ada! Ya, Ahlus Sunnah meyakini bahawasanya karamah itu ada pada wali Allah yang sholeh, dan ia merupakan nikmat yang Allah berikan kepada wali-wali Allah.
Dalam surah Yunus:62-64, Allah jelaskan tentang sifat mereka (yakni para Wali) ini:
"Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Iaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang besar."
Sebuah kisah yang sangat masyur, kisah di mana 'Umar memerintahkan Sariyah untuk lari ke Gunung. Kisah tersebut diriwayatkan oleh anak beliau sendiri yakni Ibnu 'Umar radhiallahu 'anhuma.
Dari Ibnu 'Umar radhiallahu 'anhuma bahawa 'Umar mengirim satu pasukan yang dipimpin oleh seorang lelaki bernama Sariyah. Ketika 'Umar sedang berkhutbah, tiba-tiba dia berteriak: "Wahai Sariyah, larilah ke gunung!" tiga kali. Setelah itu utusan dari pasukan tersebut tiba, 'Umar bertanya kepadanya, maka dia menceritakan: "Wahai Amirul Mukminin! Kami kalah, namun pada saat itu kami mendengar seorang berseru: "Wahai Sariyah, larilah ke gunung!" sebanyak tiga kali, maka kami menyandarkan punggung kami ke gunung, akhirnya Allah mengalahkan mereka." Seorang berkata kepada 'Umar: "Engkaulah yang berseru demikian."
(Diriwayatkan Oleh Imam al-Baihaqi dalam ad-Dalail dan Ibnu 'Asakir. Disebutkan juga oleh Ibnu Katsir dalam al-Bidayah, dan beliau berkata: "Ini adalah sanad yang jayyid atau hasan." Juga disetujui oleh Syeikh Albani rahimahullah dalam ash-Shahiihah.)
Syeikh al-Albani rahimahullah, ulama yang agung ini berkata:
"Kisah ini sahih dan valid. Ia adalah sebuah karamah dari Allah untuk 'Umar, di mana dengannya Allah menyelamatkan pasukan kaum Muslimin dari kekalahan yang membuat mereka ditawan atau dibantai. Akan tetapi ia tidak seperti yang diklaim oleh orang-orang sufi berupa pengetahuan terhadap yang ghaib, tetapi ia hanyalah ilham dalam terminilogi syariat atau telepati dalam istilah sekarang yang tidak ma'shum, ia bisa benar sebagaimana dalam kisah ini dan bisa juga salah dan inilah yang umumnya terjadi pada kebanyakan manusia."
(al-Silsilah ash-Shahiihah)
[Faedah dari Kitab Sahabat-Sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam karya Syeikh Mahmud al-Mishri, jilid 1, ms 260-261, bab tentang 'Umar radhiallahu 'anhu.]
Tambahan: Kita tidak bisa mengatakan sesuka hati bahawa 'si fulan punya karamah, tok syeikh ini punya karamah dsb.' Pun kita dapati seseorang itu punya karamah, maka kita hendaklah memeriksa amalannya, sama ada menepati sunnah atau tidak. Kerana, syaitan bisa menipu.
Jika menepati sunnah, maka tidak asing lagi bahawasanya karamah tersebut merupakan nikmat yang Allah berikan kepadanya, tetapi jika amalannya tidak menepati sunnah, boleh jadi syaitan telah lakukan tipu daya. Wallahu'alam
Tiada ulasan:
Catat Ulasan